Ketamakan berbalas duka November, Sebuah realita perih di Sumatera Barat

Halo Bikerzzz…

Seminggu terakhir, tiga provinsi di Pulau Andalas dihujani air dan bencana yang beriring. Salah satu bencana terparah dengan banjir, longsor dan deretan ujian lainnya seiring derasnya air hujan yang turun dalam beberapa tahun terakhir.

Sekilas alasan Siklon dari Asia atau disebut para ahli sebagai Siklon Senyar, badai yang terbentuk di wilayah sempit dekat ekuator menjadi pemicu utama hujan ekstrem dan banjir besar yang melanda Sumatera sepanjang akhir November 2025. Menurut ahli meteorologi, Senyar terbentuk melalui proses atmosfer yang jarang terjadi di Selat Malaka.

Namun alam berkata lain, bukan siklon yang jadi masalah utamanya, tapi ketamakan sebagian kecil Oknum dan mantan pejabat Korup, Oknum Aparat busuk, dan Korporat tamak yang bersinergi berpacu mencari kekayaan dari rusaknya alam Sumatera terutama di Sumatera Barat.

Entahlah, gak perlu para pakar lingkungan yang menjelaskan, ribuan ton gelondongan kayu yang dihanyutkan air dari hulu sungai dan bercampur lumpur serta material bebatuan berpacu dan melibas semua yang menghalangi termasuk menghancurkan bangunan rumah warga di sepanjang bantaran sungai mulai dari Kecamatan Pauh hingga Koto Tangah. Korban jiwa berjatuhan, mulai dari bayi hingga orang dewasa, termasuk banyak kendaraan ikut hanyut oleh ganasnya banjir bandang.

Barulah pada hari Jum’at 28 November 2025, intensitas curah hujan mulai berkurang. Dan hari ini Sabtu 29 November 2025, Alhamdulillah cuaca cerah dan perlahan warga kota Padang mulai berbenah dari sisa-sisa banjir yang melanda.

Adapun dampak bencana tercatat lebih meluas hingga mencakup 13–14 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Daerah terdampak meliputi Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, serta beberapa kota/kabupaten lain yang juga mengalami banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Banyak rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan sejumlah fasilitas publik rusak akibat intensitas hujan ekstrem. Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan status tanggap darurat mengingat cakupan bencana yang sangat luas.

Ketamakan Pejabat, Aparat dan Korporat.

Dari penelusuran melalui Google Earth, terlihat memang ada aktivitas pembalakan liar kawasan Hutan di Lubuk Minturun yang masif dan tampak jelas dalam areal yang luas. Dari informasi yang beredar di media sosial, terdapat narasi bahwa sang pembabat hutan adalah mantan orang Militer dan disebut-sebut sebagai Putra Daerah. Tidak banyak putra daerah di seputaran Lubuk Minturun yang pernah menjadi pejabat publik, dan kecurigaan netijen mengarah pada salah seorang mantan pejabat setempat.

Wallahualam, namun berkaca dari banyak kasus pembalakan liar kawasan hutan di tanah air, tiga pelaku utama yang sering terlibat adalah oknum pejabat dan mantan pejabat, oknum aparat dan oknum Korporat.

Semoga Ketiga Provinsi di Sumatera ini dapat lekas pulih dan bangkit dari kerusakan yang melanda, dan semoga masyarakatnya dapat bahu membahu kembali menata kehidupan pasca bencana yang menimpa, Aamiin yaa Robbal alamin…

Touring terbaik 2023
Tes nanjak Bukit Gado-gado motor listrik Honda EM1 e:
About PapabikerZ 1288 Articles
Seorang anak cucu Adam yang bergelut dengan rutinitas duniawi dan mencoba mendokumentasikan beberapa momennya lewat artikel di Wordpress

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan